“Nanti Dia Menangis”

Hari Ibu memang udah lewat lama, but I’d really love to tell you this story I have. Kemarin abang sempat scroll feed Instagram dan ketemu satu foto dari akun Jasmine Elektrik tentang single terbarunya berjudul ‘Ibu’. You should listen to it! It is a simple song that you get the message in no time.Dan mereka bikin ajang #JasmineElektrikCeritaIBU untuk menceritakan pesan dari Ibu yang tetap kita jalankan sampai sekarang.

Jadi, siapa, nih, yang sering tidak menghabiskan makanannya? Mau itu nasi atau makanan apapun. Mudah-mudahan cerita ini bermanfaat ya.

Lanjutkan membaca ““Nanti Dia Menangis””
Iklan

Ketinggalan Pesawat

📅 Minggu, 4 November 2018 9 A.M. WITA

📍 Ngurah Rai International Airport, Denpasar


Trust me, it didn’t feel as how the title is, but worse.

Pernah nggak satu kali kamu merasa kok rasanya sial sekali ya. Dan setelah dipikir-pikir lebih dan lebih lagi rasanya makin nyesek dan membingungkan. Well, I have.

Hari ini adalah jadwal keberangkatanku kembali ke Medan untuk penerbangan pukul 7 pagi. Tapi ‘terlambat bangun’ mengubah semua alur yang udah direncanakan. Lanjutkan membaca “Ketinggalan Pesawat”

#PPG – KMD – Day 1

Medan, 1 Juli 2018

Jadi, setelah beberapa hari kemarin sempat heboh tentang kegiatan ini, akhirnya hari ini kejadian juga. Hari perdana kegiatan KMD (Kursus Mahir Dasar) PPG Prajabatan Universitas Negeri Medan 2018.

Kenapa sempat heboh? Well, bisa dibilang, sebenarnya salah kami juga, tapi kemarin pemberitahuan tentang pengadaan kegiatan ini cukup dadakan. Abang dan kawan-kawan dapat informasi tentang kegiatan KMD tanggal 27 Juni sore, sedangkan kegiatan pembukaan KMD akan dimulai hari ini. Bukan hanya soal tanggal yang bikin geger, tapi ‘Seragam Pramuka (Sediakan sendiri)’-nya yang bikin keter dan susah buat berpikir jernih. Lanjutkan membaca “#PPG – KMD – Day 1”

#BC 74 – Tentang Memaafkan

Tulisan ini abang buat untuk menyelesaikan tantangan ke-74 #BloggersChallenges dari Mbak Dwita Sundari dengan topik “Memaafkan”.


Pernah enggak kalian, dalam satu waktu, berhadapan dengan seseorang yang sebenarnya kalian tidak ada hubungan khusus? Bukan keluarga dekat, bukan juga keluarga jauh, bukan saudara sedarah ataupun anak dari kerabat dekat. Hanya seorang biasa yang kebetulan berada dalam situasi dan dengan aib yang sama. Namun karena kalian paham rasanya, kalian berusaha menganggap dia sebagai salah satu dari keluargamu. Seolah dia penting.

Tapi dalam satu waktu berbeda, dia menyebarkan aibmu, padahal sebelumnya dia yang bilang “biar apa yang kita bahas hanya kita berdua yang tahu”. Tapi dia ingkar. Kalian tahu, kalau aibnya juga ada di tangan kalian. Kalian marah, kecewa, dan ingin sekali rasanya melayangkan kepalan dengan keras ke rahangnya. Tapi kalian tahu,  itu hanya menambah masalah. Membahasnya pun rasanya tak ada guna. You know that the words has been spread. Nobody can stop gossip, right? Just time. Eventually, kalian memilih untuk mengambil jalan damai, memaafkannya.

Kalau pernah, then you know how it felt like to be me.

Lanjutkan membaca “#BC 74 – Tentang Memaafkan”